Cara pengacian dinding

   Cara pengacian dinding dan menghitung kebutuhan dinding

Pengacian dinding bisa kita sebut tahap terakhir dalam bidang struktur dalam bidang sipil karena jenis pengacian ini harus benar benar presisi karena yang akan menjadi penentu hasil dari pembangunan 

Pengacian bisa kita lakukan dengan berbagai cara dan berbagai jenis yang bisa kita gunakan karena banyak tukang yang biasa menggunakan beberapa jenis semen 

Pengacian adalah pekerjaan yang akan menentukan permukaan yang akan di cat dan jika pekerjaan ini tidak di lakukan dengan baik dan benar akan mengakibatkan dinding mudah retak dan tidak rata

Banyak yang sering menghiraukan tentang pekerjaan ini justru pekerjaan ini yang akan menghasilkan hasil akhir dari sebuah bangunan 

Ada beberapa jenis semen yang bisa di gunakan untuk mengaci dinding seperti 

1. Mortar aci

  Mortar aci ini lebih di sebut semen yang praktis dan tahan terhadap retak dalam dinding dan lebih mudah untuk di aplikasikan. Jenis semen ini biasanya di gunakan untuk perumahan yang menggunakan bata ringan karena jenis bata ringan lebih banyak menyerap air dan sangat praktis dalam pekarjaan namun jenis semen ini di bilang lebih memakan biaya karena berbeda dengan jenis semen yang lain 

Cara aci menggunakan semen mortar iyalah dengan cara membasahi permukaan plester dan ratakan menggunakan seperti raskam / gosokan ratakan dengan 2 kali dalam meratakan acian tersebut karena jika terlalu tipis juga kurang bagus dan terlalu tebal juga kurang bagus minimal 2 kali dalam gelaran acian

2 semen hitam

  Semen hitam biasanya Di gunakan dengan kadar dinding yang terbilang basah karena dengan semen ini akan lebih cepat kering jika dengan kadar dinding basah di aci menggunakan semen mortar akan lebih lama dalam pengeringan / finising dalam pengacian

Semen ini lebih memakan waktu dalam pengacian karena semen ini ada dua tahap dalam pengacian 

Yang pertama harus di ratakan dengan raskam atau jidat sampai 2 sampai 3 kali dan tunggu hingga sedikit kering dan harus di gosok menggunakan gosokan agar lebih rata dan padat karena semen ini terbilang lebih mudah retak jika sudah rata dan padat tinggal menggunakan sepon ataupun kertas semen

3. Semen putih

  Semen ini tidak jauh berbeda dengan semen mortar karena tekstur semen ini hampir mirip dengan mortar semen ini di bilang praktis dan tidak begitu rumit karena semen ini hanya meratakan permukaan acian 2 sampai 3 kali tunggu mengering dan tinggal menggosok dengan sepon ataupun dengan kertas semen

     


Berikut menghitung kebutuhan material yang di butuhkan untuk mengaci dinding yang sudah di tentukan sesuai volume bangunan tersebut 

Pengacian menggunakan mortar 1m² di butuhkan 3.5 kg sampai 4.5 kg

Karena jenis semen mortar tidak mudah retak acian dengan ketebalan 3 sampai 5 mm akan lebih mudah dan akan lebih evisien namun jika pengacian dengan menggunakan semen hitam usahakan ketebalan seminimal mungkin dengan kisaran 1.mm sampai 3.mm jenis semen ini akan lebih memakan yang sangat minim karena jika terlalu tebal dalam pengacian akan mudah retak

Semen hitam juga terbilang lebih murah dan lebih mudah di dapatkan karena di setiap toko bangunan sudah banyak tersedia 

Jadi disini kita bisa mengkalkulasi kebutuhan material ataupun biaya dalam pengerjaan 

Seberarnya memakai semen apapun sama saja tergantung kebutuhan dinding yang akan di apikasikan 

Tom

ALL LOGGED in

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama