Cara plester dinding bata ringan

      Cara plester dinding bata ringan dan menghitung kebutuhan material dalam plesteran

Cara plester bata ringan dengan cara yang bener karena bata ringan bisa terbilang lebih rawan retak dan nyoplok dalam pemlesteran 

Plester bata ringan biasanya ada 2 opsi dengan menggunakan 2 jenis material seperti mortar utama dengan jenis plester dan pasti biasa yang di campur dengan semen

Terkadang orang salah mengartikan fungsi dari perbedaan jenis material karena kurangnya pengetahuan tentang kekuatan jenis sebuah material 

Memang ada sedikit perbedaan dari kerekatan dan biaya dalam pemasangan ataupun dari segi material contohnya

Mortar utama - semen jenis ini lebih terbilang lebih simpel dan lebih praktis dalam penggunaannya namun lebih memakan biaya karena terbilang lebih mahal di banding dengan semen pada umumnya

Semen mortar ini lebih mudah dalam pengaplikasikan karena lebih halus dan lebih lengket dalam tekstur semen tersebut 

Walaupun semen mortar terbilang lebih mahal namun semen ini lebih cepat dalam pemasanganya

Namun jika plester dengan menggunakan jenis semen biasa / hitam akan lebih sedikit mengirit biaya dalam kebutuhan material karena bahan materialnya lebih murah di bandingkan dengan semen mortar pada umumnya 

  


Berikut cara cara dalam pemlesteran bata ringan 

1. Menggunakan mortar 

   Cara menggunakan mortar cukup mudah dengan di campur air dengan secukupnya dengan semen ini lebih terbilang mudah dengan berbagi cara dengan cara di kamprot atau di gelar menggunakan raskam karena jenis ini lebih lembut dan lebih evisien 

2. Menggunakan semen biasa 

  Cara dengen menggunakan semen biasa bisa kita memakai takaran 1:5 atau 1:4 dengan cara semen 1 ember dan pasir 5 ember ataupun 4 ember 

Cara ini sering di gunakan dengan opsi dengan mehemat biaya karena mortar lebih terbilang mahal dengan cara ini akan lebih murah dalam hal biaya 

Namun cara ini harus dengan cara yang benar karena jenis plester dengan semen ini dan pasir biasa akan kurangnya penyatuan dinding jika tidak dengan cara yang tepat 

Cara yang pertama iyalah 

- basahi permukaan bata ringan dan kamprot tipis dengan adukan yang lebih banyak semen dengan takaran 1:3 dan tunggu minimal 1 hari agar permukaan dinding sudah menyatu dengan kamprotan yang sudah di aplikasikan karena jika kita langsung plester dengan adukan pasir semen ini akan mengakibatkan kurangnya menyatu adukan plester dengan bata ringan berbeda dengan cara plester dengan mortar karena adanya rekannya sangat berbeda 

Jika sudah di kamprotan tipis kita bisa ukur ruangan secara bertahap dengan menyesuaikan ukuran ruangan harus di siku dan di waterpas dengan benar agar tembok lebih rapih dan lebih kokoh karena jika dinding miring akan kurang maksimal dalam segi kekuatan 

Dan jika dinding tidak di siku akan sangat terlihat kurang rapih dalam pemasangan keramik lantai karena sikuan ini yang akan menjadi patokan pemasangan keramik lantai 

Usakahan dalam plester harus bikin kelabangan atau kepala an agar plester lebih mudah dan rapih jika sudah membuat kepalan usahakan kepalan tersebut terbilang sudah keras minimal 24 jam agar ketika plester sudah mengeras dan tidak terkikis jika di plester karena kalau belum mengeras akan mengakibatkan plesteran menggelombang atau tidak rata 

Jika kepalan sudah mengeras lanjut plester dan jidar menggunakan aluminium ataupun jenis kain yang lurus agar plester lebih presisi 

Dalam plester usahakan jangan terlalu halus ataupun terlalu kasar karena akan mengakibatkan acian akan menjadi kurang maksimal. 

Tom

ALL LOGGED in

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama