CARA MEMBUAT DAN MENGHITUNG KEBUTUHAN RANCANGAN DAK MENGGUNAKAN TRIPLEK
Ada beberapa cara dalam pembuatan rancah dak dengan menggunakan triplek ataupun bondek tergantung pilihan masing masing konsumen dan tergantung pada biaya
Pembuatan rancah dengan triplek biasanya akan sedikit memakan waktu dan sedikit memakan biaya dalam material ataupun dalam pengerjaan karena dari rancangan ini harus benar benar kuat karena jika tidak dengan kuat akan berakibat fatal
Pemilihan rancah dak menggunakan triplek biasanya digunakan untuk struktur yang membutuhkan kekuatan yang benar benar di butuhkan seperti rumah sakit gedung dan rumah pribadi
Rancah triplek tersebut terbilang lebih kuat karena permukaan beton yang sangat merata berbeda dengan rancah yang terbuat dari bondek yang terbilang kurang rata dalam permukaan beton
BERIKUT CARA MEMBUAT RANCAH DAK MENGGUNAKAN TRIPLEK
1. Siapkan triplek dan belah sesuai dengan balok sloof yang sudah di siapkan cara ini adalah tahap awal untuk menutup area sisi balok yang akan menjadi tumpuan pada bigisting ranca triplek. Satukan triplek dengan kaso di area atas dengan menyesuaikan panjang dan jarak yang telah di tentukan. Pasang area balok dengan tutup yang sudah di buat dengan ketinggian dari sloof balok harus turun sekitar 5 sampai 6 cm agar ketebalan beton dan menjadi 12.cm
2. Membagi jarak kaso yang akan menjadi kekuatan / penyangga bigisting dak tersebut. Jarak kaso yang akan menjadi penyangga bigisting dengan jarak 60.cm sampai 80.cm sesuai dengan kaso yang di gunakan jika menggunakan kaso standar seperti ukuran 3X6 biasanya menggunakan jarak sekitar 60.cm dan jika kaso yang digunakan dengan diameter lebih besar biasanya dikisaran 80.cm karena tumpuan ini yang akan di gunakan dalam menahan beban cor coran dalam bigisting dak.
3. Pasang kaso dudukan triplek.
Kaso ini berada di atas Kaso penyangga karena kayu ini adalah dudukan triplek yang akan menahan beton cor coran. Satukan kayu di atas dengan kayu di bawah agar lebih kuat dan saling menahan dan pasang bambu penyengga di bawah kayu penyengga agar lebih kuat. Biasanya jarak bambu di kisaran 60.cm sampai 80.cm
4. Pemasangan triplek yang standar buat tumpuan cor / beton
Ada beberapa jenis triplek yang sering di gunakan untuk pembuatan bigisting dak beton seperti ukuran dengan 9.mm sampai 12.mm jika menggunakan kerangka seperti 60.cm usahakan menggunakan triplek dengen ketebalan 12.mm namun jika kerangka menggunakan ukuran 40.cm alangkah baiknya menggunakan triplek dengan ukuran 9.mm agar lebih kuat dan tidak terjadi gelombang pada hasih beton / cor coran
5. Pasang plastik cor di atas triplek yang sudah di pasang agar jika sudah di cor hasil cor coran akan maksimal karena jika kandungan air dalam bigisting cepat meresap kebawah akan mudah retak pada hasil beton
Usahakan di setiap celah dalam triplek selalu rapat agar tidak terjadi kebocoran pada bigisting
Dalam pengerjaan dak seperti ini sebenarnya ada dua pilihan dengan cara menggunakan triplek maupun bondek
Tetapi dalam segi kekuatan lebih terbilang kuat dan kokoh dengan menggunakan triplek karena dari semua lapisan beton menjadi rata tidak ada yang tebal maupun tipis beda halnya dengan menggunakan bondek yang terbilang lebih rapuh getar
Namun secara pekerjaan lebih terbilang simpel dengan menggunakan bondek di bandingkan dengan triplek
