Cara aci dengan semen putih / MU

    Cara aci dengan semen putih / MU

Semen putih adalah semen yang sangat berbeda dengan semen hitam dari jenis tekstur dan cara penggunaan juga sangat berbeda. Namun semen ini terbilang lebih praktis dan lebih cepat dalam pengacian. Namun dalam hal harga semen ini lebih terbilang mahal dari semen hitam

Jenis semen ini termasuk cukup mudah dalam pengerjaan karena lebih cepat dari semen yang lain karena dengan cara nya yang sangat mudah dengan hanya menggelar lapisan satu sampai 3 kali

Jenis semen ini biasanya tidak terlalu keras namun semen ini mempunyai tekstur yang tidak mudah retak karena jenis semen ini di gunakan agar praktis dan tidak gampang retak 

Biasanya semen ini digunakan dalam perumahan subsidi / perumahan pribadi karena jenis semen ini di gunakan sama tukang yang menggunakan teknik borongan. Semen ini termasuk lebih mudah dan cepat

Karena dengan caranya yang sangat mudah dalam pengacian semen ini yang menjadi pilihan dalam tenis borongan 

Berikut cara pengacian dengan menggunakan semen MU 

1. Semen ini biasanya akan susah basah jika terkena air karena itu dalam pembuatan acian harus di rendam / Di aduk dengan mengunakan bor / mixer yang terbuat dari besi dan menggunakan bor. Jika Di rendam usahakan sampai gelembung acian sudah berhenti karena jika belum berhenti belum sempurna dalam acian tersebut

2. Pengacian dalam memulai pengacian usahakan dinding / permukaan yang akan di aci bersihkan terlebih dahulu sisa sisa plesteran yang menempel dalam plesteran karena dapat membuat acian bergelombang dan tidak rata tetapi sebelum tahap pengacian usahakan tembok dinding yang akan di aci harus benar benar kering terlebih dahulu sekitar 1 sampai 2 hari agar benar benar kering

3. Pelapis tembok dengan acian. Dalam proses ini lapiskan ke seluruh tembok yang akan di aci usahakan dalam Pelapisan ini harus merata secara menyeluruh karena jika tidak merata acian akan bergelombang. Dengan menggunakan semen ini cukup mudah karena tidak usah menyiram dinding / tembok yang akan di aci karena jenis semen ini lebih lunak dan lebih lama dalam pengeringan tidak akan terjadi kebakaran dalam acian

4. Pelapisan yang kedua dan ketiga yaitu jika Pelapisan pertama sudah sedikit mengering agar lebih rata dalam Pelapisan ke 2 dan ke 3 karena proses ini yang akan menentukan kerataan dalam acian tersebut. Jika sudah Pelapisan ke 2 dan ke 3 biasanya tidak usah di kusik dengan menggunakan gosokan kecil berbeda dengan semen hitam karena semen ini lebih lunak dan tidak mudah pecah

5. Jika sudah tahap Pelapisan usahakan lebih rata dan halus karena pada tahap selanjutnya tinggal menggosok dengan kertas semen / spon tahap ini sebagai tahap terakhir dan penghalusan berbeda dengan semen hitam yang harus di kusik

   


Semen ini evektif untuk proyek yang memakai skejul karena di bilang lebih singkat dalam finising tidak terlalu memakan waktu yang lebih lama dalam proses finis 

Banyak orang memilih semen ini jika dalam proses pengerjaan dengan cara borongan karena hasil pengacian jenis semen ini lebih cepat hampir 2 kali lipat dengan semen jenis yang lain

Namun semen ini lebih mahal di kisaran 100.000 sampai 200.000 hampir 2 kali lipat dengan semen hitam

Tetapi memakai semen ini tidak akan takut dalam segi retak / pecah pada dinding karena semen ini sudah teruji dan khusus buat dinding yang mudah retak / pecah

Tidak semua orang bisa membeli semen jenis ini karena terbilang sangat mahal hanya orang orang tertentu yang menggunakan karena terlalu mahal bagi yang mempunyai bajet minim 

Tom

ALL LOGGED in

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama